Pengembangan Model Standar Budidaya Pertanian Organik pada Tanaman Padi
Tabanan,18 Agustus 2025 - Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP., menghadiri undangan BRIDA Provinsi Bali sebagai Narasumber kegiatan kerjasama BRIDA Provinsi Bali dengan LPPM UNUD dalam Pengembangan Model Standar Budidaya Pertanian Organik pada Tanaman Padi.
Hadir Ketua LPPM UNUD, Prof. Gede Wijana beserta timnya, dari BRIDA Nyoman Suarta dan tim, Hadir juga dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan Dewa Nuada, Perbekel Desa Kukuh serta ketua dan anggota petani organik di Subak Jaka, Desa Kukuh, kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
Materi yang disampaikan Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., secara umum terkait potensi dan permasalahan padi di Bali. Sementara terkait dengan padi organik sesuai hasil kerjasama dengan BRIDA Provinsi Bali di tahun 2024, disampaikan mengenai perkembangan kesuburan tanah pada lahan sawah, makro fauna dan flora serta penumbuhan jejaring pemasaran beras organik. Selain itu ditambahkan pula pemilihan padi khusus seperti padi varietas Arumba, Basmati, serta Baroma memberikan pendapatan yang lebih tinggi.
Ketua Tim LPPM UNUD menekankan bahwa hasil pertanian organik tidak bisa diraih secara instan, tapi membutuhkan waktu dan berkelanjutan. Diharapkan kerjasama berkesinambungan petani dengan stakeholder khususnya bidang pertanian organik.
Ketua tim LPPM Unud juga menyampaikan bahwa keluaran dari kegiatan kerjasama BRIDA dan LPPM UNUD nantinya berupa buku petunjuk teknis model standar berbudidaya pertanian organik pada tanaman padi.
Dari pihak desa yaitu, Perbekel Desa Kukuh dalam sambutannya menyampaikan agar bertahan untuk terus berbudidaya organik dalam menjaga swasembada pangan. Disebutkan pula Pemerintah Desa Kukuh mendukung program pertanian sebesar 20% dari Dana Desa.
Sementara itu Kepala BRIDA Bali yang diwakili Kepala Bidang Prioritas Pembangunan Daerah, dalam pembukaan sosialisasi, mengharapkan adanya dampak berupa nilai tambah, terjaganya ekosistem sawah oleh adanya makro dan mikro organisme secara berkelanjutan. Meningkatannya akses pasar dan pendapatan petani. Terlebih lagi rantai pemasaran yang berkelanjutan khusus beras khusus yang mampu mendongkrak nilai tambah dari sisi harga jual berasnya.
Terakhir Ketua petani organik yang juga pekaseh Subak Jaka menyampaikan kebutuhan mereka sebagai petani yaitu terkait pengetahuan bertani organik berkelanjutan, alat uji tanah sederhana, fasilitasi unit pengolahan bahan organik, sapi atau kambing, kepastian pasar atas beras organik yang dihasilkan, penguatan manajemen kelompok lebih profesional dan pendamping teknis secara berkelanjutan.